Pesona Soka Jawa

India termasuk dalam peradaban tua. Salah satu bukti adalah dalam budaya kita yang dipengaruhi olehnya. Tak hanya dalam agama maupun budaya. Tanaman dan dunia pengobatan pun dipengaruhi oleh negeri hidustan.

Soka jawa adalah tanaman bunga yang acap menghiasi halaman rumah, mengingat sifat tanamannya yang berbunga tanpa mengenal musim. Bentuk tumbuhan yang selalu hijau dengan bunga yang hampir selalu mekar menyebabkan soka jawa juga acap dipilih menjadi tanaman pagar yang dapat dibuat.

Dikenal sebagai obat herbal dalam tradisi pengobatan India kuno, para ahli India mengumpulkan ini mulai mengumpulkan khasiat dari komposisi gabungan aktifnya sebagai obat.

Soka jawa adalah tanaman hias dari famili Rubiaceae, yang memiliki nama ilmiah Ixora javanica . Tercatat Ada 545 spesies dalam famili Rubiaceae.

Spesies soka jawa hidup di daerah dengan iklim tropis, kutipan dari situs tropical.thefrens.info , tersebar di Asia timur, timur laut India, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Indonesia.

Di daerah penyebarannya, soka dikenal dengan berbagai nama seperti bunga siantan, jarum-jarum, jejarum, pokok patah periuk (Malaysia). Nama lokal lain yang dikenal adalah viruchi, rangan, kheme, ponna, chann tanea, techi, pan, nyala api hutan, atau geranium hutan.

Meskipun memiliki nama javanica di nama ilmiahnya, mengutip dari situs asiaplant.net , soka jawa dapat ditemukan di Kalimantan dan Sulawesi, selain Pulau Jawa. Di Kalimantan, tanaman ini dikenal dengan nama boyu bukit atau bunga jarung.

Pada akhirnya, termasuk kategori tumbuhan tropis, bunga soka dapat tumbuh di daerah subtropis seperti Florida di Amerika Serikat. Di wilayah itu, warga bertemu melati India barat.

Soka jawa, mengutip dari Wikipedia, termasuk tumbuhan berkayu. Batang soka jawa berwarna cokelat agak kehijauan dan tinggi bisa mencapai 120 cm. Sumber lain menyebutkan tinggi tumbuhan dapat mencapai 11 meter. Tanaman ini biasa hidup membentuk semak. Batang soka jawa berbentuk bulat dan berkulit.

Daun soka jawa adalah daun tunggal, setiap tangkai daun hanya mendukung satu helaian daun. Daun soka jawa tersusun berpasangan dan saling berhadapan. Panjang helaian daun antara 10 cm hingga 12 cm, berbentuk oval atau hampir oval, dengan pangkal daun tidak bertoreh. Tepi daun soka jawa rata dan permukaan daunnya berwarna hijau mengkilap. Semakin tua daun, semakin hijaunya semakin tua.

Bunga soka jawa terdiri atas kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, kepala sari, dan tangkai bunga. Warna mahkota bunganya merah, atau oranye. Bunga soka jawa ini menjadi satu pada bagian pucuk-pucuk tanaman. Wikipedia mengutip bunga soka jawa memiliki waktu mekar yang cukup panjang mulai dari bulan Mei hingga September. Bunga soka jawa termasuk bunga yang banyak menarik perhatian kupu-kupu.

Buah soka jawa adalah buah buni, berdiameter 10 mm, berwarna merah keunguan.

Sekalipun termasuk mudah diusahakan, soka jawa membutuhkan pencahayaan yang cukup intensif dan pengairan yang cukup untuk pertumbuhannya. Situs asiaplant.net mengutip soka jawa tumbuh dengan baik hingga ketinggian 700 meter di atas permukaan air laut.

Keberadaan tanaman hias yang satu ini bisa dengan mudah ditemukan sebagai tanaman pagar. Tanaman soka jawa selalu hijau dan mudah dibentuk. Sementara, bunganya selalu mekar dan berwarna cerah. Perpaduan tersebut membuat pesona soka jawa sebagai tanaman hias tidak bisa dipandang sebelah mata.

Tanaman soka jawa hidup di iklim tropis, termasuk Indonesia. Tanaman hias ini bisa tumbuh dengan baik selama mendapat pencahayaan yang cukup. Selain itu, soka jawa juga membutuhkan air dalam jumlah cukup.

Namun, air yang digunakan haruslah air yang sudah diberi perlakuan khusus. Soka jawa sangat peka dengan keberadaan kapur sehingga asupan air yang diberikan tidak boleh mengandung kapur. Meskipun demikian, tanaman hias yang satu ini termasuk mudah dalam perawatannya.

Seperti kebanyakan tanaman hias lain, pesona utama dari soka jawa terletak pada bunganya. Bunga soka jawa terdiri atas kelopak bunga, mahkota, benang sari, kepala sari, dan tangkai bunga. Bunga ini mudah muncul pada bagian ujung tanaman.

Warna bunganya yang mencolok, yakni merah-oranye, membuat bunga soka jawa tampak indah. Bunga soka jawa tumbuh menjadi satu di ujung tanaman sehingga lebih terlihat jelas. Jika diperhatikan dengan saksama, sebenarnya bunga soka jawa memiliki ukuran yang relatif kecil dibanding bunga lain. Diameter mahkota bunga soka jawa hanya berkisar 2,5 cm.

Untuk melihat keindahannya secara maksimal, Anda bisa mengamati bunga ini pada Mei hingga September. Waktu tersebut merupakan waktu mekarnya bunga soka jawa yang terbilang cukup lama.

Bunga soka jawa menjadi inspirasi pada pembuatan batik, khususnya motif batik pekalongan. Bunga ini juga banyak menarik kupu-kupu untuk membantu penyerbukannya. Di dalam bunga, terdapat cairan yang memiliki rasa manis yang juga diincar kupu-kupu tersebut.

Selain bunga, daun soka jawa juga indah. Daun ini berbentuk helaian oval dengan panjang 10—12 cm. Semakin tua, warna daun soka jawa akan semakin hijau pekat. Permukaan daun ini mengilap dan bagian pinggirnya tidak bergerigi.

Pengobatan Kuno India

Selain ditanam sebagai penghias halaman rumah, bunga soka jawa di beberapa daerah acap dipanen untuk dimanfaatkan sebagai bunga tabur. Di India, bunga soka menjadi bagian penting dalam ritual peribadatan, juga dalam pengobatan tradisional termasuk pengobatan kuno ayurveda.

Menurut penelusuran Yang dituliskan di asiaplant.net maupun tropical.theferns.info , bunga soka jawa also Beroperasi tradisional dikategorikan sebagai sayuran. Di Thailand, bunga yang masih kuncup, juga bijinya yang masih muda, dimanfaatkan sebagai bahan sayuran yang disebut kaeng liang.

Beberapa tahun diterbitkan, seperti dikutip dari tropical.theferns.info , para ahli mulai membahas khasiatnya sebagai obat, termasuk yang mengandung kumpulan aktifnya sebagai penangkal tumor.

Peneliti dari India, SC, Nair dan KR Panikkar, contohnya, seperti dapat dibaca di sciencedirect.com , membahas terkait dengan komposisi bunga soka untuk menangkal pertumbuhan tumor, dalam penelitian berjudul “Prinsip Antitumour dari Ixora Javanica”. Meskipun penelitian masih menggunakan percobaan mencit, penelitian ini memberikan harapan besar untuk dikembangkan.

Bukan hanya bunga soka, peneliti dari Pusat Penelitian Kanker Amala, Amala Nagar, di Kerala, India ini, juga membahas aktivitas sitotoksik pada daun soka dalam penelitian yang dimuat di Jurnal Ilmu Farmasi India .

Tanaman ini ternyata menyimpan khasiat hebat. Daun dan bunganya bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Karena daun dan bunga Soka ini mengandung asam ferulic dan asam isomernya.

Soka Jawa mampu mengobati beberapa penyakit, diantaranya: hipertensi, haid tidak teratur, terkilir dan luka terpukul. Tumbuhan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai antitumor.

Cara menggunakannya cukup mudah. Rebus 10-15 g bunga dengan air secukupnya. Setelah mendidih dan dingin, minum air rebusan tersebut. Untuk mengobati terkilir, tumbuk daun dan tangkai Soka Jawa sampai halus dan balurkan ke tempat yang luka.

Cukup mudah bukan?

Daftar pustaka : wikipedia.org, satuharapan. com, pertanianku.com, trubus.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s