Manfaat dan Khasiat Cempaka

Cempaka termasuk salah satu bunga dengan aroma wanginya yang kuat. Aroma itu pula yang mengantarnya menjadi wewangian paling populer nomer dua dunia, setelah bunga melati.

Cempaka adalah kekayaan hayati zona ekologi Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Tiongkok Selatan. Namanya, diambil dari bahasa Sansekerta, campaka.

Nama campaka itu pula yang kemudian diambil untuk nama ilmiah, dengan diambil champaca. Pada awalnya nama ilmiah tumbuhan ini Michelia champaca , Linn, namun kemudian ahli botani memasukkannya ke dalam genus Magnolia, Magnolia champaca .

Tumbuhan ini dapat ditemukan di kawasan tropis dan subtropis di hutan-hutan basah, berketinggian 200 meter –1.600 meter di atas permukaan air laut, tersebar dari Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok, terutama di Wilayah selatan Xizang serta di selatan dan barat daya Provinsi Yunnan.

Dalam bahasa Inggris, seperti dapat dibaca di wikipedia.org , tumbuhan ini disebut champak, pohon parfum wangi, pohon anggrek giok kuning, atau wangi Himalaya champaca. Di Indonesia, mengutip dari buku Obat Asli Indonesia (1965) karya Dr A Seno Sastroamidjojo, cempaka memiliki nama lokal selain cempaka kuning, cempaka koneng, kembang koneng, pecari, atau bunga jeumpa. Kerabat lainnya adalah cempaka putih, yang juga disebut kembang kantil dalam bahasa Jawa.

Cempaka adalah tanaman pohon yang dapat mencapai tinggi 25 meter. Daunnya berbentuk telur, dengan ujung menajam. Bagian bawah daun diselesaikan halus.

Bunganya wangi berwarna kuning-merah atau putih, berbentuk laksana bunga tulip. Putiknya dipisahkan oleh internodium yang panjang, semacam benjolan yang terlepas dari perhiasan bunga lainnya.

Buah dalam pertumbuhannya menjadi panjang, terdiri atas buah-buahan kecil yang membentuk jantung dan pecah di belakangnya.

Mengutip Seno Sastroamidjojo, kulit dan daun cempaka mengandung alkaloida dan zat samak. Kulit kayu dan akarnya mengandung damar. Bijinya mengandung palmitine, oleine, damar, asam damar. Bunganya mengandung minyak terbang (cheraniol, linalol, methyleugenol, asam benzoe, nerol, dan methylaethylazinzuur).

Cempaka adalah salah satu bunga penting dalam berbagai upacara adat, baik pernikahan maupun ritual-ritual adat lain.

Di India, seperti dikutip dari wikipedia.org , cempaka adalah bunga penting untuk bersembahyang di kuil, termasuk di tempat peribadatan di rumah. Cempaka menjadi hiasan rambut, atau diolah menjadi pewangi alami. Cempaka juga menjadi pengharum ruangan alami dengan cara diletakkannya di dalam wadah berisi udara. Bersama melati dan mawar, cempaka menjadi salah satu bunga penghias kamar pengantin.

Selain digunakan dalam bentuk segar, cempaka juga diambil minyak esensialnya untuk bahan pewangi rambut dan minyak gosok. Sejak parfum dengan merek Joy diluncurkan, berbagai perusahaan wewangian berlomba-lomba meluncurkan minyak esensial cempaka sebagai bahan dasar.

Di India dan Asia Tenggara, kayu cempaka termasuk kayu bernilai ekonomi tinggi. Kayunya yang berwarna cokelat dan berwarna zaitun, digunakan orang sebagai bahan kerajinan ukiran, mebel, lemari, dan bahan bangunan. Namun, di beberapa provinsi di India, sebagian besar di wilayah barat daya, tanaman ini diabaikan untuk menebangnya.

Sejak lama pula cempaka digunakan secara tradisional sebagai obat herbal selain diambil kayunya untuk bahan bangunan.

I Gusti Agung Gede Bawa, dalam karya penelitiannya, “Aktivitas Antioksidan dan Antijamur Senyawa Atsiri Bunga Cempaka Putih (Michelia alba)” (Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, diterbitkan di Jurnal Kimia 5 (1), Januari 2011), sedang membahas tanaman cempaka seluruh bagian tanamannya seperti kulit kayu, daun, dan bunga dapat dimanfaatkan sebagai obat, seperti obat demam, radang tidak teratur, bronkhitis, batuk, keputihan, radang, infeksi saluran kemih, dan semprotan air kecil. Kulit kayu, daun, dan bunganya juga berkhasiat sebagai ekspektoran dan dapat diuretik sehingga dapat memecah batu ginjal, serta mencegah dan menyembuhkan bau mulut.

Dalam buku Obat Asli Indonesia , ekstrak bunga cempaka dimanfaatkan untuk bahan aromatikum dalam aneka krim atau minyak rambut.

Air rebusan kulit batangnya digunakan sebagai tonikum dan febrifugum. Daunnya digunakan secara tradisional sebagai obat rematik dan obat kumur penghalau bau mulut tidak sedap. Kuncup bunga yang diseduh dan dicampur dengan air kelapa, dimanfaatkan sebagai uretritis. Biji yang ditumbuk untuk dipakai untuk menyapih bayi.

Selain cadangan yang memuat di atas, cempaka seperti halnya Kuncahyawati, Eman Darmawan, Supriyadi, dalam penelitian “Bunga Kantil (Michelia Alba): Penentuan Umur Panen Bunga Terhadap Kualitas, Antimikrobia Dan Antioksidan Fraksi Volatil Minyak Atsirinya” (Institusi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Widya) Mataram, Yogyakarta, 2009), yang memuat dalam elib.pdii.lipi.go.id , memuat bunga segar cempaka yang mengandung kumpulan volatile a-myrcene, (S) -limonene, (R) -fenchone, linalool, camphor, caryophyllene, Germacrene. Bunga segar mengandung campuran lebih tinggi dibandingkan dengan bunga beku baik kering. Senyawa yang ada di bunga cempaka itumerupakan senyawa yang memiliki aktivltas antioksidan dan antimikrobia.

Daftar Pustaka : satuharapan. Com dan Wikipedia. Sumber gambar : agrowindo. Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s