Flora Merah Delima

“Putih putih melati Alibaba, Merah merah delima Pinokio, Siapa yang baik hati Cinderella
tentu disayang mama, Ah masa ah iya gengsi dong”

Sepenggal lirik lagu tersebut di atas adalah sebuah lagu anak-anak yang familiar 11 tahun yang lalu. sangatlah tidak asing bagi generasi yang suka bermain permainan tradisional. Sepintas permainan ini menyebutkan nama dua jenis flora yaitu melati dan delima.

Flora melati identik dengan bunganya yang berwarna putih, namun bagaimana dengan delima? Apakah tumbuhan ini berwarna merah sesuai dengan sebutannya dalam lirik permainan tersebut? Yuk, cari tahu dalam artikel ini.

Sebutan ‘merah-merah delima’ dalam permainan tersebut sesuai dengan kondisi tanaman delima, yang buahnya identik berwarna merah.

Tumbuhan delima (Punica granatum) merupakan tanaman semak atau perdu meranggas yang dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 5-8 meter.

Tanaman ini berasal dari Persia dan daerah Himalaya yang terletak di selatan India. Tanaman buah delima tersebar mulai dari daerah subtropik hingga tropik, dari dataran rendah hingga ketinggian di bawah 1000 mdpl.

Nama daerah untuk tanaman ini, Glima (Aceh), Dalimo (Batak), Delima (Melayu), Delima Jawa (Jawa Tengah), Dhalima (Madura), Jeliman (Nusa Tenggara). Penamaan dalam bahasa Inggris yaitu Pomegranate.

Tanaman ini sangat cocok untuk ditanam di tanah yang gembur dan tidak terendam oleh air, serta air tanahnya tidak dalam (Madhawati, 2012).

Tanaman delima termasuk perdu atau pohon kecil yang memiliki tinggi 2-5 meter. Batangnya berkayu dengan ranting yang bersegi dan bercabang banyak, dan memiliki duri pada ketiak daunnya.

Batangnya berwarna cokelat ketika masih muda, dan berwarna hijau gelap setelah tua.Delima dapat berbunga sepanjang tahun. Bunga delima biasanya 1-5 kuntum berada di ujung ranting, berlilin, panjang dan lebarnya masing-masing 4-5 cm, daun kelopak dan penyangganya sama-sama 2-3 cm panjangnya.

Bunga delima biasanya berwarna merah, putih dan ungu. Warna bunga dapat menentukan warna daging buah delima di dalamnya (Madhawati, 2012).Buah delima memiliki bentuk buah yang bulat, berdiameter 5-12 cm.

Memiliki warna kulit yang beragam, tergantung jenisnya. Daging buah delima merupakan kulit biji yang menebal dan tersusun secara padat.

Daging buah tersebut dikonsumsi langsung bersama biji-bijinya karena didalam biji banyak terkandung senyawa polifenol. Delima dikenal memiliki tiga macam buah, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu.

Buah delima dapat dimakan dalam keadaan segar, sebagai campuran rujak buah, salad buah, jus atau sari buah (Sasongkawati Retno, 2013). Buah delima merah memiliki rasa yang manis dengan biji-biji buah yang merah menyala, daging buahnya berair (Marhari dan Dewi, 2014).

Manfaat Delima

Delima kaya dengan mineral, seperti kalium, tembaga, magnesium, fosfor, seng dan selenium. Buah ini merupakan sumber vitamin C, K, dan asam pantotenat dalam jumlah besar.

Vitamin B5 atau asam pantotenat adalah nutrisi yang penting bagi metabolisme tubuh untuk proses pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak (Sasongkawati, 2013).Buah delima juga kaya akan kandungan serat. Kandungan serat pada buah delima adalah 4 gr per 100 g (kira-kira 12% kebutuhan harian).

Kandungan serat tersebut bermanfaat bagi pencernaan karena dapat mempelancar pencernaan dan gerakan usus.Manfaat buah delima yakni membantu menurunkan berat badan, tekanan darah tinggi (hipertensi), mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, mencegah anemia, mencegah dan mengobati kanker, perut kembung, menurunkan demam, dan dapat mencegah kerusakan tulang (Sasongkawati Retno, 2013).

Secara tradisional kulit buah, daun dan biji digunakan untuk menghentikan pendarahan, sakit perut karena cacing, mengurangi radang tenggorokan, peluruh dahak, peluruh haid, astringen usus dan sebagai obat antidiare (Prasetya, 2013). Tingginya manfaat buah delima ini menjadikannya sebagai buah istimewa untuk kesehatan.

Merangkum dari situs liputan6.com setidaknya ada sepuluh manfaat dari buah ini, melansir dari laman The Healtsite, Minggu 5 Maret 2017 :

Mencegah penyakit jantung

Buah delima kaya akan polifenol yang bersifat antioksidan. Artinya buah delima mencegah kerusakan akibat radikal bebas pada dinding arteri, sehingga mencegah penyakit jantung. Buah ini juga mampu menjaga kadar kolesterol buruk agar tak terjadi plak dan menyebabkan masalah koroner jantung.

Menurunkan tekanan darah

Delima atau juga populer dengan sebutan pomegranate membantu menurunkan tekanan darah dengan mencegah aktivitas serum enzim pengubah angiotensin. Asam punisat adalah salah satu komponen dalam delima yang membantu menurunkan kolesterol, trigliserida dan mengurangi tekanan darah.

Mencegah kanker

Mulai dari kanker prostat, kanker payudara, hingga kanker paru dan kulit bisa dicegah dengan konsumsi delima. Antioksidan polifenol dalam delima membantu mencegah terjadinya kanker. Studi menunjukkan, jus delima bisa menghambat pertumbuhan sel kanker dan perlahan membasminya secara alami. Beberapa senyawa dalam delima juga mampu menjadi anti-inflamasi.

Membantu pencernaan

Anda perlu asupan makanan kaya serat agar pencernaan tetap sehat. Mengonsumsi satu buah delima setiap hari juga baik untuk menjaga asupan serat bagi tubuh. Satu buah delima bisa memenuhi kebutuhan 45 persen asupan serat harian.

Meningkatkan sistem imun

Kaya akan senyawa anti-inflamasi, delima sangat menyehatkan bagi mereka yang mengalami gangguan sistem imun tubuh seperti rheumatoid arthritis dan osteoartritis. Buah delima banyak mengandung vitamin C yang meningkatkan produksi kekebalan tubuh sehingga terhindar dari infeksi.

Meningkatkan libido

Sejak dulu delima kerap digunakan sebagai simbol kesuburan. Menurut sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Queen Margaret University, segelas jus delima meningkatkan kadar testosteron pada pria dan wanita. Itu sebabnya delima pun bisa berfungsi sebagai afrodisiak, meningkatkan libido dan stamina seksual.

Membuat awet muda

Senyawa polifenol dalam delima sangat ampuh menghambat proses penuaan. Itu sebabnya rutin mengonsumsi delima bisa membuat kulit bercahaya dan jauh dari keriput.

Mengurangi tingkat stres

Delima pun bisa menurunkan kadar stres Anda. Menurut studi yang dilakukan di Queen Margaret University, individu yang minum jus delima memiliki kadar kortisol yang rendah.

Mencegah Alzheimer

Para peneliti percaya bahwa delima mampu mencegah Alzheimer. Studi yang dilakukan Hartman serta rekan-rekan penelitinya menunjukkan, jus delima mampu mengurangi akumulasi amyloid di hippocampus hingga 50 persen. Hal itu membuat delima dianggap bisa meningkatkan kondisi pasien Alzheimer jadi lebih baik.

Mencegah plak

Jus delima bisa menjadi pilihan sebagai pencuci mulut bila Anda kesulitan menemukan mouthwash. Beberapa senyawa dalam delima memberi efek antiplak yang kuat. Studi menunjukkan, ekstrak hidroalkoholik dari delima efetif mengurangi plak gigi hingga 84 persen.

Senyawa polifenol dalam delima sangat ampuh menghambat proses penuaan. Itu sebabnya rutin mengonsumsi delima bisa membuat kulit bercahaya dan jauh dari keriput.

Mengurangi tingkat stres

Delima pun bisa menurunkan kadar stres Anda. Menurut studi yang dilakukan di Queen Margaret University, individu yang minum jus delima memiliki kadar kortisol yang rendah.

Mencegah Alzheimer

Para peneliti percaya bahwa delima mampu mencegah Alzheimer. Studi yang dilakukan Hartman serta rekan-rekan penelitinya menunjukkan, jus delima mampu mengurangi akumulasi amyloid di hippocampus hingga 50 persen. Hal itu membuat delima dianggap bisa meningkatkan kondisi pasien Alzheimer jadi lebih baik.

Mencegah plak

Jus delima bisa menjadi pilihan sebagai pencuci mulut bila Anda kesulitan menemukan mouthwash. Beberapa senyawa dalam delima memberi efek antiplak yang kuat. Studi menunjukkan, ekstrak hidroalkoholik dari delima efetif mengurangi plak gigi hingga 84 persen.

Daftar Pustaka : Liputan6.com, satuharapan.com,greeners.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s