Menelisik Beragam Manfaat Bunga Melati

Tanaman melati adalah genus tanaman merambat dan semak. Ada beberapa jenis melati yang dibudidayakan masing-masing memiliki ciri khusus bunga melati. Karakteristiknya bisa dilihat dari ciri khusus bunga melati. Sebagian besar tanaman melati ditemukan di daerah beriklim tropis hingga sub tropis, meskipun beberapa di antaranya dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang.

Bunga melati digolongkan sebagai tanaman semak atau perdu. Tanaman ini juga bisa merambat tapi cenderung tidak beraturan dan terjurai. Batangnya bulat berkayu dengan tinggi 0,3-3 meter. Batang tumbuhan melati bercabang dan berwarna cokelat.

Akar tumbuhan ini termasuk tunggang, sulit untuk dipatahkan dan tidak berserat. Akar melati bisa berbuku-buku. Sebagian besar tanaman melati ditemukan di daerah beriklim tropis hingga sub tropis, meskipun beberapa di antaranya dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang. Tumbuhan melati dapat tumbuh sepanjang tahun dan cenderung mudah dirawat.

Bunga melati termasuk bunga majemuk. Bunganya tumbuh di ketiak daun, terbatas dengan jumlah 3 bunga atau sebuah tandan padat dengan banyak bunga. Setiap bunga memiliki antara empat dan sembilan kelopak, empat ovula dan dua lokulus. Bunga melati memiliki dua benang sari yang mengacungkan filamen yang sangat pendek.

Daun melati putih berjenis tunggal, tangkai daun pendek, dengan ukuran sekitar 5 mm, dengan letak yang berhadapan. Helaian daunnya berbentuk bulat telur, hingga menjorong, ujungnya runcing, pangkalnya membulat, tepinya rata, tulang daunnya menyirip, dengan ukuran 5-10 cm × 4–6 cm.

Daun melati bisa berwarna hijau tua dan biasanya terdiri dari dua atau lebih lembaran, meskipun beberapa spesies memiliki daun sederhana. Daun bunga Melati putih berbentuk majemuk menyirip. Pinggir daun sedikit bergelombang dan tidak rata dan permukaannua berkerut.

Bunga-bunga biasanya berukuran 2,5 cm dan dengan warna putih lilin. Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet, yang berwarna putih, dan berbau wangi. Beberapa varietas melati berbunga ganda dikenal tidak menghasilkan buah. Bunga melati dikenal dengan aromanya yang semerbak dan menenangkan.

Melati yang dalam istilah bahasa Inggris disebut jasmine, berasal dari kata Persia ‘yasmin’ yang berarti hadiah dari Tuhan. Melati telah lama dikenal di Indonesia sebagai bunga yang melambangkan kesucian, keanggunan yang sederhana, dan ketulusan. Bunga ini juga melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati, karena meskipun bunga putih ini kecil dan sederhana, tetapi wanginya harum semerbak.

Bunga mealti melepaskan keharumannya di malam hari setelah matahari terbenam dan terutama ketika bulan bersinar. Biasanya kuncup bunga melati lebih harum dari pada bunganya. Aroma melati kuat dan manis.

Dalam masyarakat jawa dan sunda bunga melati eksistensinya sangat sakral. Selalu dihubungkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Ini bagian dari budaya yang sudah lekat pada masyarakat.

Ada beberapa masyarakat yang menghubungkan bunga melati dekat dengan kematian. Karena mekar pada setelah matahari terbenam, kesan wangi yang menebar pada malam hari, bagi orang yang tak bernyali membuat bulu kudu merinding.
Padahal tidak demikian. Justru bunga melati mempunyI ragam manfaat, sebagai berikut :

Melati menjadi bagian dari upacara adat. Melati dimanfaatkan sebagai hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda.

Melati juga dimanfaatkan dalam industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, dan bahan campuran atau pengharum teh, seperti teh melati yang populer di Indonesia. Teh melati juga menjadi minuman populer di Tiongkok dan jepang.

Melati sejak lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tapal daun-daun dari beberapa jenis melati dipakai untuk mengobati bisul dan sakit kulit. Daun-daun itu juga digunakan sebagai obat kumur untuk mengobati sariawan dan pembengkakan gusi. Air rendaman bunga yang telah bermalam digunakan sebagai penyegar untuk mencuci muka.

Selain bunga dan daunnya, akar melati juga memiliki khasiat obat. Ekstrak akar beberapa jenis melati secara tradisional dimanfaatkan sebagai penurun demam. Rebusan akar melati atau rendaman bunganya dipakai untuk mengatasi radang peparu, bronkitis, dan juga asma. Akar yang ditumbuk dijadikan tapal untuk menyembuhkan keseleo atau patah tulang.

Penelitian P Shrivastav P, K George, N Balasubramaniam, MP Jasper, M Thomas, dan AS Kanagasabhapathy pada 1988, “Suppression of Puerperal Lactation Using Jasmine Flowers (Jasminum sambac)”, yang dimuat di suatu jurnal obstetri ginekologi, juga penelitian V Amuthavalluvan dan J Devarapalli pada 2011, seperti dikutip dari wikipedia.org, menyebutkan bunga dan daun-daun dari beberapa spesies melati digunakan untuk mengurangi atau menghentikan keluarnya susu ibu.

Data Balai Penelitian Pascapanen Pertanian menyebutkan tanaman melati banyak dibudidayakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Jenis yang banyak ditanam di Jawa Tengah adalah Jasminum sambac dan Jasminum officinale. Tiga spesies yang paling berpotensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, menurut Wuryaningsih (1994), adalah Jasminum sambac Maid of Orleans (J sambac Aid), Jasminum sambac Grand Duke of Tuscany, dan Jasminum officinale.

India, termasuk pusat budidaya melati untuk industri parfum, membudidayakan Jasminum auriculatum, Jasminum grandiflorum, dan Jasminum sambac untuk produksi parfum, sedangkan spesies yang dibudidayakan di Prancis, Italia, Mesir, dan Maroko adalah Jasminum grandiflorum.

Minyak melati merupakan bahan baku parfum kualitas tinggi. Harga minyak melati di pasar internasional menurut data tahun 2003 sekitar 6.000 dolar Amerika Serikat per liter.

Daftar Pustaka

Liputan6. Com

Satuharapan. Com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s