Memuji Bunga Melati Siapa Tak Mengenalnya?

Bunga melati sangat familiar. Banyak masyarakat yang begitu mengenal bunga ini. Baik dari aroma wangi, maupun dari bentuk bunga melati sangat menarik.

Dari bunga cempaka, mawar, kenanga, kemuning, anting putri, semua bunga itu tiada banding jika disandingkan dengan bunga melati. Begitu terkenalnya, bunga melati selalu di puji dan disandingkan dengan kehidupan manusia.

Buktinya, dalam kehidupan kita selalu berdampingan dengan bunga melati. Banyak lagu-lagu yang kita dengar, syairnya terinspirasi dari bunga ini. Pun saat kita ritual resepsi pernikahan selalu menghadirkan bunga melati sebagai simbol dan mahkota bagi mempelai wanita.

Pun pada saat kita melakukan ziarah kubur sebagai bunga tabur pusara. Bahkan parfum pun ada yang beraroma melati. Juga sebagai bahan campuran minuman teh yang berguna sebagai pengharum. bahan baku kosmetik, obat tradisional, bunga tabur pusara, penghias ruangan, dekorasi pelaminan, dan pelengkap upacara adat.

Musabab istemewa bunga melati inilah pemerintah Indonesia menetapkan sebagai puspa bangsa. Bahkan negara memilih melati sebagai bunga nasional.

Pemerintah Indonesia, melalui Keputusan Presiden Nomer 4/1993, menetapkan bunga melati putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa, bersama bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan bunga padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka.

Ketiga bunga itu adalah bunga nasional yang dapat mewakili karakteristik sebuah bangsa dan negara. Pemilihan melati putih juga didasarkan pada bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negeri ini yang memanfaatkannya.

Tidak hanya itu bunga melati juga sangat populer di negara lain. Sepeti di Hawaii, Cile, Brasil, dan Selandia Baru. Damaskus, ibu kota Suriah, dikutip dari Wikipedia, dikenal dengan julukannya, The City of Jasmine.

Begitu populernya melati, hingga pergantian presiden di Tunisia pada 1987 dan Revolusi Tunisia pada 2011, disebut “Jasmine Revolution”. Bunga melati juga dipakai sebagai simbol unjuk rasa prodemokrasi di Tiongkok pada 2011.

Melati, genus baik dari tanaman semak maupun tanaman merambat yang masuk dalam keluarga zaitun (Oleaceae), terdiri atas sekitar 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia, dan Oseania.

Paling dikenal, selain jenis Jasminum sambac yang dibudidayakan sejak tahun 1665 di Inggris, juga Jasminum officinale, yang dibudidayakan sejak tahun 1692 untuk dijadikan parfum. Jenis yang terakhir ini juga dikenal dengan nama melati casablanca, spanish jasmine, summer jasmine, atau jessamine.

Di Indonesia, walaupun nama melati dikenal masyarakat di seluruh negeri, seperti dikutip dari wikipedia.org, memiliki aneka nama daerah, yakni menuh (Bali), meulu atau riwat (Aceh), menyuru (Banda), melur (Gayo dan Batak Karo), manduru (Menado), mundu (Bima dan Sumbawa), manyora (Timor), malete (Madura), beruq-beruq (Mandar).

Melati adalah tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Tanaman ini termasuk. Tumbuhan yang gampanf hidup di daerah pantai seperti wilayah Pekalongan yang merupakan pesisir pantai utara membudidayan tanaman melati sebagai bahan baku campuran untuk produksi minuman teh.

Melati merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi. Melati secara luas dibudidayakan untuk aroma khas bunganya. Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani, baru sekitar sembilan jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat delapan jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya.

Luar biasa kan keistimewaan bunga melati?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s