Bunga Terompet Yang Memabukan

Bunga terompet atau Kecubung (Datura metel) adalah tumbuhan berbunga anggota suku Solanaceae, tumbuhan ini masih sekerabat dengan datura, tumbuhan hias dengan bunga berbentuk terompet yang besar.

Kecubung biasanya berbunga putih dan atau ungu, tetapi hibridanya berbunga aneka warna. Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad kesepuluh. Kecubung ada yang berasal dari Asia Tenggara, tetapi ada juga yang berasal dari Benua Amerika.

Kecubung tumbuh di tempat yang beriklim panas dan dibudidayakan di seluruh belahan dunia karena khasiat yang dikandungnya dan juga untuk tanaman hias. Pertama kali diperkenalkan oleh Linnaeus pada tahun 1753, tetapi secara botani masih belum tepat mengenai gambaran dan penjelasan tentang kecubung.

Wilayah asal yang menjadi sumber tanaman ini tidak dapat diketahui secara pasti. Bagian-bagian kecubung, tetapi terutama bijinya, mengandung alkaloid yang berefek halusinogen.

Kecubung dapat tumbuh liar di tebing-tebing atau di tepi hutan. Kecubung putih dan kecubung ungu. Bunga ini disebut kecubung mungkin warnanya yang ungu seperti batu permata atau batu akik kecubung. Mungkin sebaliknya, batu akik yang berwarna ungu disebut kecubung karena warnanya seperti bunga kecubung.

Bunga kecubung bentuknya sebenarnya tak terlalu menarik, seperti terompet tetapi menengadah ke atas. Tak berbau dan bentuknya lebih kecil dari daunnya sehingga kurang menarik untuk jadi tanaman hias sekalipun. Hanya warnanya yang ungu dan putih menjadi tampak indah.

Di pedesaan yang hawanya dingin tanaman ini mudah ditemukan yang tumbuh secara liar maupun ditanam di pekarangan untuk jamu, tanaman obat keluarga, bahkan bisa memabukan.

Mendengar kata kecubung, pasti terngiang di kepala kamu tentang tanaman yang bikin gila orang yang memakannya. Ya, rupanya itu bukan hanya mitos belaka, kecubung ternyata benar-benar bikin mabuk orang yang mengonsumsinya. Jadi bukan hal yang aneh kalau orang tua kita dulu sangat mewanti-wanti agar jangan pernah mendekati tanaman itu..

Namun rupanya, anak muda sekarang bukannya menjauh dari kecubung, malah berburu untuk mendapatkannya. Usut punya usut, kecubung ini malah digunakan bagi mereka yang ingin mabuk dengan biaya murah. Lalu bagaimana bisa kecubung ini bisa dijadikan bahan “ngefly”? Simak ulasan berikut.

Tumbuhan yang satu ini rupanya memang sering sekali disalahgunakan oleh anak muda zaman sekarang. Lantaran memiliki kandungan yang memberikan efek halusinasi, alhasil banyak orang yang menggunakannya buat “ngefly”.

Ya, hal itu bisa terjadi lantaran kecubung sendiri mengandung bahan senyawa seperti atropin, hiosiamin, dan skopolamin yang bersifat antikholinergik. Kecubung juga mengandung hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, meteloidina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, dan nikotina.
Akibat kandungan tersebut, akhirnya orang yang mengonsumsinya akan halusinasi parah dan efek kesenangan sesaat.

Siapa sangka, bukan hanya karena kecantikannya, tapi juga kandungan dari tanaman ini yang bisa bikin mabuk dalam artian yang sebenarnya.
Umumnya bagian kecubung yang digunakan untuk mabuk adalah bunganya. Ya, biasanya anak mudah mencampurkan bunga terompet/ kecubung dengan rebusan mie atau pun kopi.

Namun ada juga yang mencampurkannya dengan rokok. Meskipun begitu, rupanya tidak hanya bunganya saja yang memiliki efek memabukkan karena buah maupun daunnya pun bisa membuat orang bisa jadi kehilangan kesadaran. Namun demikian bukan berarti kalau kecubung ini tidak memiliki manfaat.

Mungkin memang tidak bisa dikonsumsi, akan tetapi, kecubung ini sangat manjur untuk obat luka. Bahkan di India, kecubung ditumbuk dan dijadikan obat oles pria yang mengalami lemah syahwat. Selain itu, kecubung dulu juga digunakan sebagai obat bius tradisional karena memiliki efek halusinasi. Di balik berbahayanya tanaman ini, ternyata ada efek positifnya pula.

Seperti yang diketahui, kecubung ternyata memberikan efek sangat buruk pada tubuh. Ya, mereka yang mengonsumsinya akan mendapatkan halusinasi dan rasa gembira sesaat. Selain itu para penggunanya juga akan mengalami pusing yang berkepanjangan hingga muntah-muntah. Semakin banyak yang dikonsumsi, maka makin bertahan lama pula efek yang diterima.

Bahkan dalam salah satu kasus, seorang yang mabuk kecubung bisa tidak sadarkan diri selama tiga hari saking kuatnya efek memabukkan dari tanaman itu. Namun jika dikonsumsi terus menerus dan berlebihan, maka kecubung akan mengakibatkan dampak serius mulai dari keracunan hingga kematian pada para penggunanya.

Daftar Pustaka
Bombastis.com
Wikipedia
Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s