Memperlakukan Tanaman Dalam Pot Dengan Baik dan Benar

Sebagai penghobi tanaman banyak yang suka menyimpan tanaman dengan menggunakan pot sebagai wadah tanah untuk media tanamnya. Pilihan yang tepat untuk ditanam dengan cara ini yaitu berbagai jenis bunga atau tanaman hias. Seperti misalnya kaktus hias, tanaman hias jenis vinca, krisan, atau puring yang hanya menampilkan berbagai warna daun.

Namun akhir-akhir ini yang masih viral yakni ada memilih tanaman buah-buahan untuk di tanam pada media dalam pot. Memang tampak begitu menggiurkan jika tanaman buah pot namun justru lebih lebat dalam menghasillkan buah. Pasti setiap orang yang melihatnya akan tertegun.

Namun cara bertaman dalam pot tentu saja tidaklah mudah. Perlu modal rajin, dan teliti untuk mengamati setiap tumbuh kembang tanaman tersebut. Dan harus pula mengetahui karakter setiap tanaman.

Dengan kata lain bahwa Teknik bertanam dengan cara ini tentu saja berbeda dengan tanaman yang langsung ditanam di pekarangan atau kebun. Tanaman dalam pot lebih membutuhkan perawatan dan penanganan ekstra.

Untuk mengoptimalkan pemeliharaan tanaman dalam pot yang digunakan, tidak semua tanah bagus untuk media tanaman dalam pot, selain tanah bisa juga ditambahkan media sekam atau bisa juga pakis dan pupuk. lebih bagus jika menggunakan pupuk kandang seperti kotoran kambing, air kencing kelinci yang telah difermentasi.

Agar tetap subur, berdaun dan berbunga indah, tanaman dalam pot perlu perawatan khusus. Hal ini tidak bisa dengan cara menyiram setiap hari. Namun hal-hal harus diperhatikan.

Tanaman dalam pot bisa mempercantik halaman rumah tampak hijau royo-royo sedap untuk dipandang mata. Secara kasat mata rumah tidak tampak kaku, namun lebih rimbun menyatu dengan alam bernuansa sejuk.

Pilihan tanamannya pun beragam, bisa tanaman berbunga, berdaun, atau buah-buahan. Semuanya bisa memberi cita rasa sejuk dan indah.

Perawatan tanaman dalam pot berbeda dengan tanaman di lahan terbuka. Tanaman pada lahan mempelakukanya tidak perlu intensif. Apalagi kalau di musima penghujan, tanaman di lahan dibiarkan saja akan tumbuh dengan sendiri. Paling hanya perlu membersihkan rumput atau gulma yang tumbuh di sekita pohon.

Sedangkan tanaman dalam pot sangat perlu mendapatkan perlakuan khusus karena ruang tanaman terbatas hanya seluas pot yang dipakai, tanaman dalam pot butuh perawatan khusus.

Berikut cara memperlakukan tanaman dalam pot :


Cara menanam tanaman di dalam pot tidak sama dengan di halaman terbuka (tanpa pot). Mereka memasukkan tanah ke dalam pot, lalu memasukkan bibit tanaman, dan menguruk kembali dengan tanah. Cara demikian ini tidak benar. Jika diperlakukan dengan cara yang sama akan menghasilkan tanaman yang tidak sesuai yang diinginkan.

Tanaman membutuhkan sistem aliran udara yang baik di dalam tanah. Jika media tanam yang digunakan hanya tanah, lama kelamaan tanah menjadi padat. Tidak ada aliran udara di dalam tanah. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Agar tanaman tumbuh dengan baik, media tanam jangan seluruhnya mengandung tanah. Campur dengan media lain, seperti kokopit, sekam, pupuk kandang, atau kompos.

Pilihan campuran media tanam, tergantung pada jenis tanamannya. Misalnya Untuk tanaman pakis, dan anthurium, campuran yang digunakan biasanya tanah dicampur dengan sekam dan kokopit dengan rasio 20:50:30.

Atau seperti tanaman adenium yang sebaiknya gunaka sekam mentah 60 persen, dan kotoran kambing yang telah difermentasi 30, sedangkan tanah pasir hanya 10 persen.

Sebelum memasukkan media tanam ke dalam pot, bagian bawah harus dimasukkan dengan pecahan batu bata campur denga kerikil juga boleh. Jika tanpa pecahan batu bata, udara tidak akan dapat mengalir dengan baik. Udara akan tergenang. Konservasi, tanah menjadi padat.

Hal itu akan berdampak terhadap pertumbungan tanaman. Daun akan menjadi kuning, keriting, atau layu. Sebaliknya, jika dialasi pecahan batu bata, udara akan mengalir dengan baik, tanaman pun akan tumbuh dengan subur.

Berbicara tentang pertumbuhan tnaman dalam bentuk fisik. Semakin hari semakin besar. Tentunya, tanah yang dibutuhkan harus tidak asal mengambil tanah di pekarangan. Namun tanah harus pilihan. Seperti mengambil tanah di sekitar pohon bambu. Tanah jenis ini sangat gembur karena telah tercampur daun bambu yang telah hancur lama.

Jika tanaman sudah mulai membesar, pot dan media tanam harus segera diganti. Misalnya, tanaman sikas Ketika masih ditanam di pot kecil. Beberapa bulan kemudian pertumbuhan tanaman ini semakin besar, jadi harus dipindahkannya ke pot besar serta menambah lagi media tanamnya sesuai dengan pot yang dikehendaki.

Selain itu, jika pemilik tanaman sengaja akan membonsai tanaman tersebut. Jika tanaman pot ingin tetap hambat saja pertumbuhannya dengan cara rajin memotong batang, dan tidak perlu mengganti pot, dan media tanam. Peningkatannya akan semakin lambat, dan tetap kerdil.

Setiap tanaman sudah dipastikan melakukan aktivitas fotosintesis. Sebelum menanam tanaman dalam pot, perlu Anda ketahui karakteristik tanaman tersebut. Apakah harus kena matahari penuh, sedang, atau jenis tanaman teduh. Seperti misalnya tanaman aglonema tidak butuh full matahari, namun lebih butuh keteduhan. Atau seperti bougenville lebih menyukai terik sinar matahari agar menampilkan bunga kertas.

Tanaman yang perlu cahaya harus dikeluarkan dari keteduhan, untuk mendapatkan cahaya matahari. Sementara tanaman yang ditaruh di tempat teduh sesekali perlu juga mendapat cahaya matahari.

Paling tidak, lima hari sekali jenis tanaman teduh ini harus mendapatkan cahaya matahari untuk melakukan aktivitas fotosintesis. Seperti misalnya aglonema Sesekali jam 7-8 pagi di tempatkan pada lokasi yang terpapar sinar matahari selama 15 menit saja.

Untuk tanaman berbunga, dan tambulapot (tanaman buah dalam pot), dapat dipastikan 100 persen harus memerlukancahaya matahari.

Jika kurang pencahayaan, pertumbuhan daunnya akan bagus, tetapi tumbuh itu tidak akan berbunga. Kalau tambulapot, akan sulit berbuah.

Untuk jenis tanaman daun, tentu saja daunnya harus diperhatikan. Salah satu perawatannya, kita harus rajin menyemir setiap helai daunnya. Seminggu sekali setiap helai daun harus disemir. Pengertian di semir di sini adalah dibersihakan dengan cara di lap menggunakan kain halus. Kapuk kapas, atau tisu juga bisa digunakan.

Lebih-lebih jika pada musim kemarau banyak daun-daun yang berdebu. Jika dibiarkan tanaman hias tampak kurang menarik. Namun bila rutin disemir (dibersihkan) permukaan daun akan menjadi bersih, mengkilat, dan sehat. Daun-daun akan semakin eksotik. Pori-pori di permukaan daun pun jadi proses fotosintesis akan berjalan dengan baik. Daun-daun makin subur, dan tumbuh sehat.

Tanaman dalam pot harus disemprotkan secara berkala, tetapi jangan terlalu sering. Di musim hujan seperti saat ini, tanaman rentan terhadap bibit penyakit, dan jamur. Karena itu, harus dilakukan penyemprotan.

Selain penyemprotan, tanaman berbunga harus rutin diberi pupuk NPK. Pemberian pupuk dilakukan seminggu sekali.

Hewan yang sering dipindahkan tanaman dalam pot biasanya kutu putih, ulat, atau kupu-kupu. Serangga ini makan daun, jadi daun menjadi jelek. Solusinya, disemprot dengan insektisida. Atau bisa juga lakukan penyemprotan dengan bawang putih yang telah diekstak sendiri. Bisa juga dengan menggunakan deterjen dicampur dengan air. Deterjen tersebut dalam takaran sedikit saja.

Namun jika serangga tak terlihat, sedangkan pertumbuhan daun tidak baik, yang harus dicurigai adalah bagian dari pertumbuhan akar mengalami permasalahan.

Berarti ada masalah di sistem pengakaran. Kemungkinan suplaimakanan atau unsur hara tidak sampai ke ujung daun.
Seperti misalnya, ujung daun mulai menguning, bahkan ada yang telah rontok. Dalam hal. Ini jika kita lalai bagian cabang tumbuhan bisa mati, atau mati ranting.

Solusinya, pot tanaman harus segera dibongkar. Kasus yang sering kita temukan adanya semut bersarang pada akar. Kita tidak usah panik menggunakan insektisida, namun cukup bersihkan menggunakan air biasa. Tujuanya hanya mengusir semut saja. Namun pastukan kita mencuci akar tersebut dengan bersih. Pastikan sudah tidak ada lagi telur semut. Lalu jika sudah bersih rendam dengan sabun cuci piring sebentar saja agar benar-benar aman dan besih. Jika hal itu sudah dipastikan bersih tanaman bisa ditanam kembali.

Jika tanaman sudah bersih dari hama, lebih baik ganti pot dan media tanamnya dengan yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s