Klorofil Antara Agrobisnis dan Manfaat Bagi Manusia

Di Negeri Nusantara yang beriklim tropis dikarunia berlimpah tumbuhan yang mempunyai manfaat banyak bagi kesehatan tubuh manusia.

Hal ini tak lepas dari sejarah bangsa ini yang di datangi oleh orang-orang eropa untuk mengeksplotasi rempah-rempah yang melimpah ruah di Indonesia timur.

Sampai era sekarang pun negeri kita masih saja menjadi lirikan bangsa lain yang dikarenakan banyaknya aneka hayati yang berlimpah di sekitar kita tanpa disadari.

Salah satu contoh yang kini menjadi viral di jagad raya, yakni daun kelor. Berita yang menghebohkan ini menuturkan bahwa negeri sakura meminta daun kelor sebanyak 40 ton per minggu.

Ini membuktikan bahwa negeri Indonesia adalah syurga bagi tumbuhan untuk berkembang biak dan sangat potensial untuk dikembangkan.

Agrobisnis inilah yang kian potensi untuk dikembangkan. Seperti yang dituliskan dalam situs tirto.id yakni mengenai bisnis klorofil.

Kita semua sebagai penghobi tananam sangat mengetahui apa itu klorofil yang merupakan zat hijau daun yang ada pada tumbuhan. Info yang beredar bahwa klorofil sangat baik untuk tumbuh manusia, salah satu manfaatnya adalah sebagai anti oksidan.

Dalam situs tirto id menerangkan Salah satu suplemen makanan berbahan klorofil yang sudah banyak diperdagangkan saat ini adalah yang berasal alfalfa dan alga. Namun karena budidaya daun alfalfa mengalami kendala di Indonesia karena iklim yang kurang sejuk, maka UNDIP melakukan penelitian terhadap kandungan klorofil yang dapat digunakan pada tumbuhan lain.

Tirto.id menambahkan Bahwa berdasar penelitian Nitya Setiari dan Yulita Nurchati, di antara sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti daun kemangi, cincau, kangkung, bayam, singkong, pegagan dan daun papaya, jumlah klorofil tertinggi terdapat pada daun pepaya. Menyusul kemudian daun singkong, pegagan, bayam, cincau, kangkung, dan kemangi.

Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah klorofil pada alfalfa, kandungan klorofil pada sayuran di atas menunjukkan angka yang lebih tinggi. Sehingga dapat disimpulkan, sebenarnya jenis pangan di Indonesia sudah kaya akan kandungan klorofilnya.

Klorofil dan beberapa senyawa turunannya pada awalnya dianggap sebagai peroksidan yaitu zat yang memacu terjadinya oksidasi dalam tubuh yang dapat menghasilkan radikal bebas. Namun dalam perkembangannya, zat ini justru berperan sebagai antioksidan atau penghancur radikal bebas.

Bahwa apa yang dituliskan oleh tirto.id mengenai manfaat sayur-sayuran yang tertulis di paragraf atas sudah menjadi makanan kita setiap hari. Dan hal demikian tidak menjadi asing bagi kita. Seperti contohnya seringnya kita memakan daun singkong, atau daun bayam yang dijadikan sayur untuk menu makan siang seakan sudah menjadi lagu wajib bagi kalangan menengah ke bawah.

Nampaknya kesederhaan kita dalam menentukan pola makan sehari-hari telah diteliti oleh mereka pakar biologi dan botani. Seakan penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 sudah terlambat, karena menu sayur mayur tersebut sudah di makan sejak nenek moyang terdahulu dan diwariskan turun menurun kepada kita.

Pada paragraf terakhir tirto id menambah catatan begini, “Namun, ternyata manfaat ini dapat berkurang bergantung pada lama penyimpanan, penelitian Rizqia Rufaida menunjukkan kadar total klorofil yang disterilisasi selama 5-10 menit mengalami penurunan yang diduga akibat degradasi klorofil menjadi turunannya yang berwarna gelap. Degradasi ini disebabkan oleh cahaya dan reaksi oksidasi”.

Saya jadi teringat saat emak menyedikan sayur bayem kita makan di siang hari. Ini sayur bayem hanya bisa kita makan sampai sore hari. Kalo sudah diatas jam enam sore sebaiknya sayur bayem sudah tidak bisa untuk di makan.

Nampaknya emak sudah lebih tahu dari penelitian para ahli tersebut. Bahwa zat. Klorofil yang ada di daun bayam sudah tak layak untuk dikonsumsi. Namun bedanya emak tidak bisa menjelaskan seperti para ahli yang berada di laboratorium botani.

Maklum karena emak ada di dapur bukan di laborat. Namun tujuan dan hasil ilmu sama. Tak masalah kan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s