Bunglon Bukan Melakukan Kamuflase

Ada yang keliru tentang aktivitas bunglon yang mampu berubah warna pada setiap ia berpijak. Seperti misalnya seekor bunglon berada di atas daun mangga. Maka dalam beberapa menit ia akan berubah warna. Banyak yang memaknai jika bunglon itu melakukan aktivitas kamuflase.

Sebenarnya bukan kamuflase. Kamuflase diartikan sebagai aktivitas menyerupai lingkungan sekitar tanpa merubah identitas tubuhnya.

Kamuflase merupakan kegiatan yang dilakukan oleh suatu hewan dengan berada di tempat yang memiliki warna sama dengan warna tubuhnya sudah menjadi bawaanya sejak lahir. Jadi hewan ini akan mencari tempat yang berwarna sama dengan corak tubuhnya sendiri.

Dengan kata lain, bahwa kamuflase adalah suatu metode yang memungkinkan sebuah organisme atau benda yang biasanya mudah terlihat menjadi tersamar atau sulit dibedakan dari lingkungan sekitarnya.

Kata kamuflase dalam bahasa Indonesia dipinjam dari bahasa Belanda, yang pada gilirannya meminjam dari bahasa Prancis, ‘camoufler’ yang berarti ‘menyamarkan’.

Contoh-contohnya hewan yang melakukan aktivitas kamuflase adalah belang pada harimau, zebra, belalang, Ular hijau akan berada di dedaunan hijau biar tidak terlihat. Katak akan berada di tanah yang memiliki warna sama dengan kulitnya. Cheetah yang bersembunyi di rerumputan kering untuk menghilangkan kecurigaan mangsanya. Karena kulit cheetah bisa disamarkan oleh rumput kering yang berwarna coklat tersebut. Singa juga sama, memanfaatkan rumput kering untuk mengintai mangsa agar tidak dicurigai dan dan seragam tempur motif loreng pada tentara modern. Kamuflase memang suatu bentuk tipuan dan penyamaran.

Mereka akan berada ditempat yang berpola sama dengan pola tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan diri dan juga mencaplok mangsa.

Berkat kemampuan ini, hewan-hewan tersebut mampu bertahan hidup dan bahkan sangat mudah sekali dalam mencari asupan bagi perutnya.

Jadi apa yang dilakukan oleh seekor bunglon bukan kamuflase. Karena seekor bunglon mampu merubah warna tubuhnya sedangkan seeokor ular daun sejak awal tubunya berwarna hijau yang hanya menyerupai warna daun.

Apa yang dilakukan bunglon adalah mimikri. Hewan yang memiliki kemampuan “mimikri” ini akan mampu mengubah warna tubuhnya menyerupai warna tempat yang dipijaknya.

Jadi hewan ini tidak perlu repot-repot mencari tempat yang warnanya sama dengan warna tubuhnya.

Ini terjadi karena binatang ini mampu mengubah tampilan warna tubuhnya mirip dengan warna tempat yang dihinggapi.

Kamuflase mimikri adalah dua aktivitas yang dilakukan oleh beberapa hewan untuk beradaptasi dengan lingkungannya

Sedangkan perbedaan ini jika diperhatikan sekilas, keduanya memiliki kesamaan yaitu menyamarkan diri dengan tempat yang dihinggapinya.

Namun agak sedikit berbeda. Seperti yang sudah saya jelaskan dia atas bahwa Bunglon ketika didahan pohon mampu mengubah warna kulitnya menjadi coklat dan ketika berada pada dedaunan mampu berubah menjadi hijau. Sudah jelaskah beda antara kamuflase dan mimikri.

Sekarang bisa disimpulkan dari kedua jenis aktivitas binatang melakukan kamuflase dan mimikri yakni Mengelabui mangsa sehingga mudah menangkapnya. Ini demi mendapatkan makanan bagi tubuhnya. Mengelabui pemangsa, sehingga terhindar dari bahaya dan bisa melanjutkan hidupnya kembali.

Menarik bukan? Selama ini dilingkungan kita sering terjadi kekeliruan istilah dalam menyebut suatu aktivitas seperti hanya istilah kamuflase disamakan dengan mimikri.

Semoga menambah pengetahuan bagi kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s