Jangan Hanya Menjadi Pembonsai Handal namun tak turut menanam Pohon di lingkungan sekitar

Beringin adalah salah satu pohon hebat. Mengapa saya menyebutnya hebat? Karena tanaman ini berakar tungang, juga mempunyai akar gantung yang berjumbai-jumbai ke tanah.

Kelebihan ini tak dimiliki oleh tanaman lain. Saya sangat suka ketika melihat beringin dewasa, dengan pengakaran yang kokoh, seakan tak tergoyah oleh tiupan angin, sekencang apapun.

Kelebihan beringin lainya adalah jenis kayunya yang tidak bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan, seperti misalnya untuk kusen jendela maupun pintu rumah. Bahkan untuk rangka atap rumah pun tidak bisa digunakan.

Beringin bisa hidup disegala media. Bahkan saya pernah menyaksikan pohon beringin bisa hidup dengan cara menempel di pohon asem jawa. Beringin justru membesar, lalu pohon asam jawa terlihat kerdil. Pun kita sering menyaksikan pohon jenis ficus ini menempel ditembok rumah suwong hingga membesar. Luar biasa bukan.

Karena keistemewaan inilah, pohon beringin sanga akrab atau dikenal oleh masyarakat kita. Beringin sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap angker.

Masyarakat klasik sering memberika sesaji di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul.

Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah penuh dengan aura ghaib. Tempat untuk memuji dan menghargai alam raya ini sering dilakukan dibawah pohon ini.

Dengan kata lain pohon beringin memang dianggap paling keramat di antara pohon yang lain. Terlebih jika beringin tersebut sudah berumur ratusan tahun. Kesan mistis tentu akan membuat siapapun merasakan bulu kuduknya berdiri saat berada di sekitar pohon.

Penampilan pohon yang rindang dan terkesan horor tersebut didukung dengan berbagai macam mitos yang beredar di masyarakat. Tak diketahui sejak kapan rumor tentang pohon tersebut mulai eksis. Yang jelas, lima kepercayaan ini memang selalu melekat pada beringin.

Inilah salah satu cara untuk melestarikan alam kita. Mungkin dengan cara menanam pohon beringin di hutan maupun di lahan lain untuk penghijauan. Anggapan pohon beringin angker menjadikan para oknum menebang pohon ini. Pun kayu beringin tidak bisa dieksplotasi untuk pembangunan rumah maupun meubel.

Seperti yang dilakukan mbah Sadiman selama 19 tahun melakukan penanaman pohon beringin pada Luasan areal yang dia tanami tak kurang dari 100 hektar lahan hutan di Bukit Gendol dan Bukit Ampyangan, yang merupakan lereng Gunung Lawu sisi tenggara.

Apa yang dilakukan mbah Sadiman selama belasan tahun tersebut membuktikan bahwa pohon beringin mampu mengikat air sehingga daerah tersebut yang dulu dilanda kekeringan kini sudah bisa dinikmati kembali dengan adanya sumber air yang berlimpah.

Ayuk kita jangan malu untuk meniru mbah Sadiman. Sehari menanam satu pohon beringin untuk sumber kehidupan kita.

Kita sebagai penghobi bonsai jangan hanya pandai membuat bonsai yang begitu cantik namun harus juga turut melestarikan alam dengan cara menanam dan merawat satu pohon untuk satu orang setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s