Adenium Bukan Kamboja Jepang

Banyak yang menyebut keliru tentang tumbuhan ini. Mungkin bagi orang awam lebih gampang dengan menyebutnya kamboja jepang. Harap dimaklum, mereka lidahnya masih terlalu sulit untuk menyebut adeium.

Masyarakat awam menamakan adenium sebagai kamboja jepang, mungkin dikaitkan dengan stereotipe yang beredar. Contohnya buah-buahan yang besar biasa disebut sebagai Bangkok, sedangkan tanaman yang kecil-kecil biasa disebut Jepang. Seperti misalnya menyebut jambu bangkok karena melihat jambu kristal yang besar.

Oleh karena itu, jika dahulu kala sudah ada kamboja yang sosok tanamannya tinggi besar maka begitu ada tanaman yang sosoknya kecil tapi mirip kamboja, disebutlah sebagai kamboja jepang. Mungkin karena batang daunya hampir mirip dengan kamboja. Maka dengan mudahnya menyebut kamboja jepang.

Penyebutan kamboja jepang sebenarnya menyesatkan. Sebab dapat diidentikkan dengan kamboja, yang banyak ditemui di area pemakaman.

Sedangkan embel-embel kata jepang identik bunga berasal dari Jepang, padahal Adenium berasal dari Asia Barat dan Afrika) berasal dari daerah gurun pasir yang kering, dari daratan Asia Barat sampai Afrika.

Sebutan daerah asalnya adenium biasa disebut Mawar Padang Pasir (desert rose). Karena berasal dari daerah kering, tanaman ini tumbuh lebih baik pada kondisi media yang kering dibanding terlalu lembab. Disebut sebagai adenium karena salah satu tempat asal adenium adalah daerah Aden (Ibu kota Yaman).

Kekeliruan penyebutan tidak hanya pada adenium. Seperti misalnya kesalahan menyebut melati belanda yang seharusnya bernama melati merah. Tanaman rambat ini sebenarnya memiliki nama latin Combretum indicum/Quisqualis indica yang sama sekali tidak berasal dari negeri kincir angin. Justru tanaman ini berasal dari Myanmar.

Banyak sebenarnya penyebutan-penyebutan demikian yang mungkin bagi orang awam agar mudah mengingatnya. Seperti hal petai china, jambu bangkok, sirih belanda, asem belanda, dan lain-lain.

Betapa bijaksananya kita ya. Mungkin karena kita direjam oleh Belanda selama ratusan tahun, memori kenangan tersebut masih teringat sampai kini.

Sebaiknya kita ambil baiknya saja. Tidak ada salahnya menyebut demikian bagi orang awam ke kita. Namun sebagai penghobi seperti kita ini seyogyanya menghilangkan embel-embel tersebut dengan cara meluruskan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s