Tumbuhan Monokotil

Monokotil berasal dari kata “mono” yang berarti satu dan “cotyle” yang berarti biji. Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan biji berkeping satu. Mengapa demikian? karena tumbuhan monokotil memiliki biji yang tidak membelah ketika sedang berkecambah, maka dari itu disebut sebagai tumbuhan biji berkeping satu.

Ciri monokotil yang paling khas adalah bijinya tunggal karena hanya memiliki satu daun lembaga, berakar serabut, daun berseling, tumbuhan biji berkeping satu, tulang daun sejajar dan berbentuk pita.

Tumbuhan monokotil dikenal sangat stabil diluar kelompoknya, artinya memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan kelompok tumbuhan lain.

Dalam sistem klasifikasi tumbuhan, tumbuhan monokotil biasanya juga disebut tumbuhan Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae. Tubuhan monokotil atau tumbuhan biji berkeping satu bersifat monofiletik yaitu, suatu kelompok taksonomi yang memiliki satu leluhur bersama dengan keturunannya yang berasal dari satu nenek moyang yang sama.

Berikut ciri-ciri tumbuhan monokotil :

Biji berkeping satu
Tumbuhan Monokotil adalah tumbuhan biji berkeping satu karena memiliki satu daun lembaga. Tumbuhan berkeping satu artinya tumbuhan yang bijinya tidak membelah ketika proses perkecambahan. Contoh tumbuhan monokotil adalah tumbuhan jagung (Zea mays sp.) Secara morfologi jagung adalah tumbuhan berkeping satu. Untuk lebih memahaminya, perhatikan gambar berikut ini.

Credit pic : googling

Akar serabut
Tumbuhan Monokotil memiliki akar serabut. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya. Cabang akar yang tumbuh tidak menjadi besar tetapi tumbu akar lagi. lalu akar primer selanjutnya mengecil, sehingga bentuknya mirip dengan serabut. Perhatikan akar serabut dari pohon kelapa di bawah ini

Credit pic : koleksi pribadi

Batang beruas-ruas
Hampir semua tumbuhan monokotil memiliki batang yang beruas ruas. Seperti contoh tumbuhan padi, jagung, kelapa, tebu, jahe, kelapa sawit, dan masih banyak lagi. Perhatikan batang tebu berikut ini.

Credit pic : googling

Batang tidak berkambium
Tumbuhan monokotil memiliki batang yang tidak berkambium, hal inilah yang menjadi penyebab bahwa tumbuhan monokotil memiliki batang yang berusa-ruas. Jika kita belah batang tumbuhan monokotil secara horizontal, maka kita tidak akan menemukan pembuluh xylem dan floem, karerna batangnya tidak berkambium. Coba perhatikan pohon kelapa yang ditebang di bawah ini.

Credit pic : googling

Batang tidak bercabang
Bentuk morfologi batang tumbuhan monokotil adalah salah satu ciri khas yang membedakan dengan tumbuhan monokotil. Nah, dalam alam sekitar kita dapat mengamati tumbuhan monokotil yang batangnya tidak bercabang seperti pohin kelapa, tanaman jagung, tebu, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan tumbuhan dikotil seperti pohon mangga, pohon rambutan, pohon jambu, dan lain-lain.

Kelopak bunga kelipatan tiga
Kelopak bunga tumbuhan monokotil memiliki jumlah kelipatan 3, seperti 6,9, dan seterusnya. Contoh bunga tumbuhan monokotil adalah bunga lily. perhatikan gambar berikut ini.

Credit pic googling

Memiliki Tudung Akar atau Kaliptra


Merupakan tumbuhan berkeping satu dan memiliki akar serabut, membuat tumbuhan monokotil memiliki sebuah pelindung untuk akarnya, yang disebut dengan tudung akar atau kaliptra.

Biasanya tudung akar atau kaliptra ini melindungi akar dari kerusakan mekanis saat ujung akar bergerak menembus tanah. Sel di permukaan secara berkelanjutan lepas terus-menerus, dan sel di bawahnya menjadi berlendir.

Selain itu, Sel-sel baru terbentuk pada tudung akar bagian dalam dari meristem apikal. Jadi dengan adanya tudung akar, maka ujung akar bisa semakin kuat dalam menembus tanah karena terjaga atau terlindungi. Hal ini menjadi salah satu ciri ciri tumbuhan monokotil yang juga bisa kamu temukan.

Batang tidak bercabang

Ciri ciri tumbuhan monokotil lainnya yang menjadi ciri khasnya adalah memiliki batang yang tidak bercabang. Kamu bisa melihat di alam sekitar dan mengamati tumbuhan monokotil yang batangnya tidak bercabang seperti pohon kelapa, tanaman jagung, tebu, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan tumbuhan dikotil seperti pohon mangga, pohon rambutan, pohon jambu, dan lain-lain.

Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Perbedaan pada Biji

Perbedaan dikotil dan monokotil yang utama terdapat pada jumlah keping bijinya. Sesuai namanya, tumbuhan monootil memiliki 1 keping biji, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki 2 keping biji.

Tumbuhan monokotil tidak akan mengalami pembelahan saat berkecambah, sementara tumbuhan dikotil akan membelah menjadi 2 saat perkecambahan.

Contoh biji dikotil

Perbedaan pada Akar

Perbedaan dikotil dan monokotil berikutnya ada pada bentuk akarnya. Akar pada tumbuhan monokotil adalah akar serabut dan umumnya memiliki tudung akar. Sedangkan tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang yang bercabang dan kuat dan umumnya tidak memiliki tudung akar.

Demikian pembahasan tentang tumbuhan monokotil dan perbedaanya dengan dikotil. Menarik bukan? Memperlajari ilmu botani sangat menyenangkan. Trims ya..

Sedia seragam korpri
harga 100.000/baju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s