Dongkel Bahan Bonsai

Esensinya Bonsai adalah sebuah teknik yang digunakan untuk membuat tanaman lebih menarik, sehingga akan membuat tanaman lebih banyak disukai oleh banyak orang.

Bonsai ini, adalah salah satu tanaman yang tergolong relative mahal adalah bagian dari cara untuk menciptakan potensi bisnis dari tanaman hias itu sendiri.

Menghasilkan bonsai yang baik dan sesuai dengan harapan memerlukan persiapan yang memadai. Persiapan pertama yang perlu dilakukan yaitu mempersiapkan bakalan bonsai yang akan dijadikan bonsai. Salah satu cara mendapatkan bakalan bonsai yaitu dengan mengambil bakalan bonsai dari alam bebas.

Bakalan bonsai dari alam liar merupakan bahan bonsai yang telah dibentuk oleh alam. Tampaknya inilah yang mempunyai karakter luar biasa dan mempunyai nilai seni sangat artistik.

Tehnik memperolehnya bonsai dari alam liar adalah dengan cara mendongkel, yakni mengambil tanaman secara paksa yang di tersedia alam bebas.

Dalam catatan sejarah dunia. Bonsai, cara dongkel. Tidak hanya dilakukan pada era kini. memperoleh bahan bonsai dengan teknik ini merupakan awal terciptanya seni bonsai negeri tirai bambu.

Bakalan bonsai dari alam dapat berasal dari daerah pegunungan, hutan, atau pulau-pulau karang. Bakalan bonsai yang diambil dari alam di antaranya yaitu: tanaman asam, beringin, santigi, cemara, pinus, delima, siantho, sisir, jeruk dan ulmus dan lainya sebagainya.

Melihat catatan sejarah di. Atas dalam dunia bonsai untuk mendapatkan bogol besar, terkadang ada beberapa hobbies melakukan cara pragmatis, yakni pendongkelan di alam liar atau di hutan, dan terkadang karena nafsu yang begitu besar terhadap temuan bakalan bonsai bagus, bisa juga di lakukan pendongkelan di kebun orang.

Seiring dengan meningkatnya bisnis bonsai, tehnik ini memang sering digemari oleh beberapa pelaku bonsai. Sayangnya, kecenderungan ini tidak dibarengi dengan upaya penanaman pohon kembali (reboisasi).

Padahal pohon yang sudah besar dan sudah mempunyai perakaran baik yang dapat berfungsi sebagai penyimpan air. Maka jangan heran jika pada musim kemarau panjang banyak sumur-sumur di kampung mengalami kekurangan air.

Bahkan akar pohon juga bermanfaat sebagai penahan erosi. Ketika musim hujan telah tiba akan terjadi tanah longsor. Jadi bisa kita bayangkan, kemarau kekering, saat musim hujan longsor atau kebanjiran.

Jadi, bisa dibayangkan ketika perburuan bahan bonsa meningkat, gangguan keseimbangan alam juga semakin meningkat pula sehingga kehidupan manusia jadi terganggu.

Cara-cara ini sebaiknya dihentikan. Cara pragamatis hanya mementingkan diri sendiri dan merugikan mahluk lain.

Dalam hal ini saya pernah mendengar bahwa Sejak awal tahun 1991, pelindung PPBI pusat menginstruksikan agar menghukum perburuan tanaman liar di alam bebas.

Hal ini dilakukan menyusul terjadinya perburuan tanaman mini yang tumbuh di bukit-bukit berbatu di pegunungan Manoreh, Kulonprogo. Perburuan dengan membongkar bebatuan alam ini dinilai sebagai tindakan merusak alam. Bahkan tidak jarang tanaman yang rusak tersebut sebenarnya jenis tanaman yang hampir punah.

Berbagai Tanaman yang banyak diburu di Indonesia beragam, yakni dari jenis ficus, serut, asem jawa, santigi, dan jenis tanaman cemara udang.

Cara terbaik untuk mengambil cemara udang di alam yaitu dengan melakukan penggalian pada saat musim hujan. Sebaiknya akar tunggangnya tidak diambil agar dapat tumbuh kembali.

Atau kita melakukan dengan cara cangkok agar tidak terjadi kerusakan lingkungan, para pebonsai disarankan tidak mengambil bakalan bonsai dari alam.

Apabila terpaksa mengambilnya dari alam, sebaiknya segera mengganti tanaman yang diambil dengan tanaman baru. Jadi para pendongkel atau pemburu bahan bonsai, jangan hanya membawa peralatan cangkul dan linggis saja, sebaiknya bawa tanaman pengganti untuk di tanam kembali di lahan tersebut di dekat hasil dongkel.

Lebih disarankan pebonsai membuat sendiri bakalan bonsainya. Bakalan tersebut dapat berasal dari biji, setek, okulasi, enteng atau cangkok.

Selain itu, pebonsai pemula disarankan membeli bakalan bonsai yang diinginkan dari para seniornya, dari kebun-kebun bonsai atau dari pedagang bakalan bonsai. Bakalan bonsai yang dapat dijual di pasaran umumnya berumur 3 – 6 bulan dengan tinggi 30 – 40 cm.

Demikian artikel tentang dunia bonsai. Silahkan tentukan cara anda untuk mendapatkan sebuah bonsai sesuai dengan keinginan. Apakah hendak dongkel, beli, atau menanam dari biji. Monggo.

Lukisan Crayon untuk anak. Sangat cocok di pasang di dinding kamar anak utk merangsang kreativitas anak. Harga 30.000 lain ongkir.
Bisa hubungi admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s