PRODUK PERANGSANG AKAR HANYA MENGOBATI LUKA SAYAT DAN TIDAK MAMPU MENUMBUHKAN AKAR

Hasil setek jasmine thailand

Totipotensi adalah pembelahan sel pada setiap tumbuhan atau pohon. Setiap bagian tubuh tanaman memiliki sifat totipotensi di mana satu sel dapat membelah menjadi sel lain. Totipotensi dalam ilmu biologi sel menunjukkan kemampuan suatu sel untuk dapat memperbanyak diri dalam keseluruhan (total) kemungkinan dalam tumbuh kembang yang dimungkinkan.

Totipotent sel memiliki potensi total. Mereka dapat menjadi spesialis pluripotent sel yang dapat menimbulkan banyak sel anak, namun tidak semua, dari sel-sel yang diperlukan untuk pengembangan organisme.

Berawal dari totipoten inilah setiap tumbuhan berpotensi untuk diperbanyak melalui metode setek, sebuah cara perbanyakan tanaman dengan menggunakan potongan tubuh tanaman (akar, daun, batang).

Selain faktor pembelahan sel, tumbuhan pun mempunyai hormon kalin. Salah satunya adalah Rhizokalin adalah hormon yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. Hormon ini membantu merangsang terbentuknya akar, baik akar primer maupun akar sekunder. Karena akar sendiri berfungsi sebagai penyerap zat hara atau air dari dalam tanah dan disalurkan ke seluruh organ pada tumbuhan.

Beberapa jenis tumbuhan memiliki kondisi tersendiri dalam mempercepat propagasi setek. Intensitas fotosintesa yang terukur dapat membuat potongan setek membentuk lebih cepat, tetapi temperatur harus dijaga. karena jika tidak dapat menyebabkan stres.

Namun perlu diketahui, tidak setiap pohon atau tanaman bisa dilakukan penyetekan. Seperti misalnya pohon kelapa atau jenis palem-paleman, pohon pisang. Sungguhpun demikian selain pohon berbatang tunggal, kebanyakan tanaman berpotensi untuk disetek.

Seperti contoh kita melakukan setek pada tanaman bougenvile yang cenderung sering dilakukan oleh para penghobi tanaman.

Ada yang berpendapat bahwa saat setelah melakukan pemotongan batang atau ranting, sebaiknya kita oleskan produk perangsang akar pada luka goresan tersebut agar cepat tumbuh akar.

Namun menurut saya tidak semudah itu. Produk perangsang akar bekeja tidak demikian. Dioleskan lalu menghasilkan akar. Esensinya produk tersebut hanya mempercepat atau mengobati luka sayat agar tidak dihinggapi jamur atau jenis lainya yang berpotensi merusak jaringan sel.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa setiap tanamam atau pohon mempunyai totipotensi dan hormon rhizokalin yang melakukan pembelahan sel dengan sendirinya, dan bekerjanya hormon rhizokalin sebagai pengembang akar.

Memang dengan produk tersebut, tanaman yang seharusnya mengobati sendiri atas luka sayatan, dengan olesan tersebut, tumbuhan tak perlu lagi mengobati luka sayat, bahkan sudah terjaga dari hasil kerja produk tersebut. Sehingga tananam tidak melakukan dua tugas, tinggal melakukan satu tugas yakni pembelahan sel untuk membentuk akar baru.

Seperti halnya manusia yang terluka akibat tersayat pisau. Sebisa mungkin mengoleskan obat antisepic agar luka tersebut terjangkit tetanus. Namun pada dasarkan jaringan tubuh manusia yang secara perlahan akan menutup luka tersebut tanpa ada campur tangan dari obat antiseptic.

Demikian pula yang terjadi dalam pohon atau tumbuhan. Disamping pohon mempunyai hormon dia juga bisa melakukan penyembuhan batang atau dahan yang tersayat kulitnya.

Jadi kita tak perlu terburu-buru menyimpulkan bahwa produk perangsang akar sangat ampuh untuk merangsang dengan cepat atas pertumbuhan akar. Menurutnya saya justru dalam ilmu botani setiap batang atau dahan sudah mempunyai totipontensi sel untuk membelah diri secara total.

Dengan membelah diri akan menyebabkan tumbuh daun terlebih dahulu lalu akar mengikutinya. Jadi kemungkinan bisa disimpulkan bahwa produk perangsang akar hanya mengobati luka sayat dan tidak sama sekali merangsang akar lebih cepat berkembang biak.

Faktor perangsang akar sifatnya tidak multak. Karena disamping faktor totipotensi, juga ada faktor lain seperti kandungan media, proses potosintesa, dan kelembaban yang terjaga.

Faktor-faktor pendukung tumbuh kembang akar harus diperhatikan. Seperti misalnya hasil setek yang hendak di tancapkan pada media tanam berupa kompos campur tanah. Jika terlalu basah, hasil setek sekalipun sudah diolesi produk perangsang, bukan malah tumbuh akar namun batang malah membusuk.

Kelembaban pun harus terjaga. Kelebihan terik akan mengakibatkan gagal setek. Over lembab pun menjadikan tidak maksimal. Bahkan bisa berjamur atau membusuk. Hal ini sangat berkaitan dengan proses potosintesis. Dengan kata lain, pada saat proses setek sebaiknya letakan tempat yang teduh. Tidak terkena sinar matahari yang bersifat sangat terik.

Lukisan Crayon untuk anak. Sangat cocok di pasang di dinding kamar anak utk merangsang kreativitas anak. Harga 30.000 lain ongkir. Bisa hubungi admin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s