MENOLAK MITOS SESAK NAFAS JIKA BERADA DI BAWAH POHON PADA MALAM HARI?

Mungkin sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita tentang aktivitas tumbuhan di siang hari maupun malam. Namun tidak ada salahnya jika kita membahas hal ini untuk mengingat kembali pelajaran biologi masa sekolah kita dulu.

Perlu kita ketahui seperti apa aktivitas pohon/tumbuhan disiang hari, dan bagaimana pohon tersebut melakukan aktivitas di malam hari. Dan yang paling terpenting apakah kita akan mengalami sesak nafas jika berada di bawah pohon pada malam hari?

Kebanyakan tumbuhan menghasilkan oksigen di siang hari dengan identifikasi bahwa tumbuhan melakukan fotosintesis melalui bantuan cahaya matahari, air dan karbondioksida (CO2) untuk diolah menjadi zat tepung/karbohidrat dan Oksigen (O2). gas oksigen ini adalah hasil fotosintesis yang dilepaskan tumbuhan ke udara yang sangat dibutuhkan oleh hewan dan manusia digunakan untuk bernafas.

Salah satu bukti pohon atau tumbuhan menghasilkan oksigen disiang hari, di bawah pohon pagi dan siang hari memang sejuk, bahkan jika sampai kita berlama-lama menyebabkan kita ngantuk yang tak tertahankan. Sekali lagi, hal ini disebabkan pada siang hari tumbuhan melakukan aktivitas optimum dengan bantuan sinar matahari tumbuhan melakukan fotosintesis, menghasilkan Oksigen (O2) dan zat gula.

Lukisan Crayon untuk anak. Sangat cocok di pasang di dinding kamar anak utk merangsang kreativitas anak. Harga 30.000 lain ongkir. Bisa hubungi admin

Namun jika di bawah pohon di malam hari anda akan lebih banyak menghirup karbondioksida (CO2). Karena pohon/tumbuhan di malam hari itu juga menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2). Namun tidak terjadi perebutan oksigen antar manusia dan pohon, Dan tidak menyebabkan sesak nafas. Ini mitos.

Pada malam hari aktivitas tumbuhan sangat rendah, sehingga Oksigen (O2) yang diperlukan pun sangat rendah dan bahkan kurang dari setengah oksigen yang dihasilkan pada siang hari.

Di saat malam hari tumbuhan tidak mendapatkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis yang digunakan untuk membuat gula. akan tetapi pada malam hari tumbuhan memilih mengkonsumsi oksigen untuk makan dan membuat energi dalam menggantikan gula.

Sebagai mahluk hidup tumbuhan memang bernapas menggunakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, sama seperti manusia. Tumbuhan pun bernapas sepanjang waktu meski caranya berbeda dengan kita. Hal ini berkaitan dengan fotosintesis, fotosintesis adalah peristiwa dimana tumbuhan membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.

Ketika aktivitas fotosintesis tumbuhan menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, kebalikan dari pernapasannya. Seperti yang telah saya jelaskan tadi bahwa fotosintesis memerlukan cahaya, jadi pada malam hari, fotosintesis tumbuhan tidak berlangsung. Namun, pernapasan atau respirasinya tetap berlangsung. Sebab kalau berhenti bernapas, tumbuhan pun akan mati.

Pada siang hari, tumbuhan menghasilkan lebih banyak oksigen daripada yang diperlukannya, dan menyerap lebih banyak karbon dioksida dari pada yang dihasilkannya. Tanpa cahaya yang cukup, misalnya pada malam hari, fotosintesis akan terhenti, kecuali jika diberi cahaya buatan, sementara respirasi tetap berlangsung. Karena itu, tumbuhan menyerap lebih banyak oksigen daripada yang dihasilkannya.

Nah, jika masih ada yang berpikir apakah kita tidak akan sesak kalau tidur didekat tumbuhan sepanjang malam? Maka jawabanya adalah “tidak”. Kenapa ? Karena oksigen yang diperlukan tumbuhan hanya sedikit.

Jadi, manusia tidak akan berebut oksigen dengan tumbuhan. Bagaimana dengan tumbuhan yang besar? Pasti memerlukan lebih banyak oksigen. Tentu tumbuhan tersebut akan memerlukan lebih banyak oksigen, tetapi jumlah itu pun masih tergolong sedikit sehingga tidak berisiko bagi mahluk hidup lain yang berada didekatnya. Lagipula ukuran tubuh tumbuhan bukan penentu laju pernapasan.

Coba kalian pikirkan, mengapa napas kita menjadi semakin cepat saat kita berlari? Jawabannya adalah karena paru-paru kita kehabisan nafas atau dengan kata lain, karena badan kita memerlukan oksigen lebih banyak untuk menghasilkan tenaga.

Seperti itu jugalah yang berlaku pada tumbuhan. Jika masih ada yang bertanya, untuk apa sih tumbuhan itu bernapas? Tumbuhan bernapas untuk mendapatkan tenaga juga, sama seperti kita, tapi sebagian tenaganya digunakan untuk pertumbuhan, tidak seperti kita yang juga menggunakan tenaga untuk bergerak. Karena tidak memerlukan banyak tenaga seperti hewan dan manusia yang selalu bergerak, tumbuhan pun tidak memerlukan banyak oksigen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s